6 Penyebab Kecelakaan Motor Paling Sering, Hindari Yuk!

Penyebab Kecelakaan Motor – Motor memang menjadi kendaraan yang praktis untuk aktivitas sehari-hari. Bisa dipakai bekerja, sekolah, kuliah, sampai bepergian jarak jauh. Namun di balik kepraktisannya, motor juga termasuk kendaraan yang cukup rentan mengalami kecelakaan jika pengendaranya kurang berhati-hati.

Sebenarnya, banyak penyebab kecelakaan motor justru berasal dari beberapa kebiasaan buruk yang sebenarnya bisa dihindari. Namun jika tetap dilakukan dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

Kalau kamu takut terjadi kecelakaan pada anak-anak atau orang-orang yang kamu sayangi, yuk mulai ingatkan mereka untuk menghindari melakukan hal-hal ini ketika berkendara di jalanan. Bahaya, karena bisa menyebabkan kecelakaan secara langsung maupun tidak langsung.

Kadang kita terlalu fokus pada kecepatan atau kondisi jalan, tetapi lupa bahwa perilaku berkendara sehari-hari juga sangat menentukan keselamatan. Bahkan beberapa kebiasaan yang terlihat “normal” di jalan ternyata punya risiko besar apabila dilakukan terus-menerus.

Supaya lebih waspada, berikut beberapa penyebab kecelakaan motor yang paling sering terjadi di jalan raya.

6 Faktor Penyebab Kecelakaan Motor Paling Sering

Kalau kamu takut terjadi kecelakaan pada anak-anak atau orang-orang yang kamu sayangi, yuk mulai ingatkan mereka untuk menghindari melakukan hal-hal ini ketika berkendara di jalanan. Bahaya loh! 

1. Rem Mendadak

6 Penyebab Kecelakaan Motor Paling Sering

Pernah melihat pengendara motor mengerem mendadak saat menikung? Ini sangat berbahaya karena motor bisa langsung kehilangan keseimbangan dan tergelincir.

Kondisi seperti ini sering terjadi saat hujan. Permukaan jalan menjadi licin sehingga daya cengkeram ban ke aspal berkurang. Dalam dunia otomotif, kondisi ini disebut traksi ban. Ketika traksi melemah lalu pengendara mengerem mendadak, roda bisa selip dan motor terjatuh.

Hal serupa juga bisa terjadi pada jalan berpasir, berdebu, atau aspal yang permukaannya licin. Kadang kita tidak sadar melaju terlalu cepat, lalu spontan mengerem keras karena panik. Tahu-tahu motor sudah terpelanting.

Selain itu, hindari juga meletakkan ujung kaki terus-menerus di pedal rem belakang. Kebiasaan ini membuat kampas rem terus bergesekan dengan cakram atau tromol. Akibatnya rem menjadi cepat aus, mesin terasa lebih berat, dan konsumsi bensin juga bisa lebih boros.

Kalau memang tidak sedang mengerem, biasakan kaki berada di posisi normal agar sistem pengereman tetap awet dan motor lebih nyaman digunakan.

Baca juga: Rekomendasi Cover Motor Vario Kekinian Anti Air & Panas, Pilih!

2. Spion Hanya Sebelah

Kamu mungkin sering melihat motor yang hanya memakai satu spion, entah di kiri atau kanan saja. Entah sejak kapan tren ini muncul, tetapi faktanya kebiasaan tersebut cukup berbahaya.

Ada yang bilang supaya motor terlihat lebih keren. Ada juga yang merasa dua spion membuat motor terlihat aneh atau mengganggu saat menyelip di kemacetan.

Padahal fungsi spion sangat penting untuk melihat kondisi kendaraan di belakang tanpa harus menoleh terlalu jauh. Kalau hanya menggunakan satu spion, sudut pandang pengendara menjadi terbatas. Risikonya tentu lebih besar ketika ingin pindah jalur, berbelok, atau menyalip kendaraan lain. Pengendara bisa saja tidak sadar ada motor atau mobil di titik buta.

Spion bukan aksesori tambahan tanpa fungsi. Komponen ini memang dibuat untuk membantu keselamatan selama berkendara dan jadi “mata” untuk pengendara nya. 

3. Tidak Cek Lampu Sein

Lampu sein ke kiri tetapi malah belok ke kanan. Atau setelah belok, lampu sein lupa dimatikan. Kebiasaan seperti ini ternyata sangat sering terjadi di jalan. Masalahnya, pengendara lain bisa salah membaca arah gerakan motor kita. Akibatnya mereka salah mengambil posisi dan risiko tabrakan dari belakang menjadi lebih besar.

Karena itu, biasakan selalu mengecek lampu sein setelah selesai berbelok. Jangan sampai lampu sein masih menyala terus tanpa disadari. Begitu juga saat ingin berbelok atau pindah jalur, jangan lupa menyalakan lampu sein lebih awal. Tujuannya agar pengendara lain punya waktu untuk memahami arah pergerakan motor kita.

Komunikasi di jalan itu penting. Salah satunya melalui penggunaan lampu sein yang benar.

4. Pakaian Terlalu Lebar

Penyebab Kecelakaan Motor Paling Sering

Banyak orang tidak sadar bahwa pakaian yang terlalu longgar juga bisa menjadi penyebab kecelakaan motor. Hal ini sering terjadi pada penumpang yang dibonceng menggunakan rok panjang, cardigan longgar, atau pakaian yang menjuntai ke bawah tanpa dirapikan.

Bahaya utamanya adalah kain bisa tersangkut ke rantai motor atau bagian roda belakang. Kalau sudah tergulung, penumpang bisa kehilangan keseimbangan lalu terjatuh. Selain itu, pakaian yang terlalu lebar juga bisa menutupi lampu sein belakang. Akibatnya kendaraan di belakang tidak bisa melihat arah belokan motor dengan jelas.

Jadi berhati-hatilah dengan apapun yang kamu kenakan. Kalau memungkinkan, usahakan pakaian yang panjang diduduki atau dirapikan terlebih dahulu sebelum motor berjalan. Intinya, posisikan agar mereka tetap aman dan tidak menutup fungi sein atau jatuh masuk ke roda. 

5. Pakai Shoulder Bag

Menggunakan tas selempang atau shoulder bag saat berkendara sebenarnya bukan masalah. Namun posisi pemakaiannya juga perlu diperhatikan. Banyak orang memakai tas hanya menggantung di satu sisi tubuh sehingga mudah terlihat dari luar. Posisi seperti ini cukup rawan mengundang aksi penjambretan.

Kalau sampai terjadi jambret di jalan, yang hilang bukan hanya barang berharga. Pengendara juga bisa terjatuh karena refleks menarik tas atau kehilangan keseimbangan saat tas dirampas paksa. Apalagi jika motor sedang melaju dalam kecepatan tinggi, bahayanya jadi lebih besar.

Ingat, kejahatan bisa terjadi bukan hanya karena niat pelaku, tetapi juga karena adanya kesempatan. Kalau memang harus membawa tas saat naik motor, usahakan gunakan posisi yang lebih aman dan tidak mudah ditarik dari samping.

6. Jaket Dipasang di Depan

Penyebab Kecelakaan Motor

Kebiasaan memakai jaket secara terbalik atau dipasang di depan masih cukup sering ditemukan di jalan. Biasanya dilakukan karena alasan dingin atau malas memakai jaket dengan benar.

Padahal cara seperti ini bisa menghambat gerakan tangan saat mengendalikan motor.

Jaket yang dipakai terbalik cenderung mudah melorot dan membuat ruang gerak menjadi sempit. Saat harus bermanuver cepat atau menghindari kendaraan lain, pengendara bisa kehilangan kontrol. Akibatnya, risiko jatuh menjadi lebih besar.

Kalau memang ingin lebih nyaman saat berkendara, lebih baik gunakan jaket dengan posisi normal agar tangan tetap leluasa bergerak.

Selain kebiasaan di atas, ada satu hal lain yang juga cukup penting, yaitu menggunakan motor yang tidak sesuai postur tubuh. 

Kadang seseorang membeli atau memodifikasi motor hanya demi tampilan, tetapi lupa mempertimbangkan keseimbangan. Akibatnya saat berhenti, posisi kaki harus jinjit atau motor harus sedikit dimiringkan agar bisa menapak ke tanah.

Ini sangat berbahaya, terutama ketika harus berhenti mendadak atau saat kondisi jalan ternyata tidak rata. Motor bisa kehilangan keseimbangan dan jatuh begitu saja. Karena itu, selain memperhatikan gaya, pastikan motor yang digunakan tetap sesuai dengan tinggi dan postur tubuhmu.

Baca juga: Velg Spoke Wheel vs Cast Wheel, Mana yang Makin Dipilih?

Penyebab Kecelakaan Motor Bisa Dihindari, Yuk Cegah!

Cover Motor Gicut Smarket by Cover Mobilmu
Apapun motornya? Gicut Smarket Covernya

Sebagian besar penyebab kecelakaan motor sebenarnya bisa dicegah jika setiap pengendara lebih peduli terhadap kebiasaan berkendara sehari-hari. Jadilah orang yang paling sadar terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Mulailah dari hal-hal sederhana seperti menggunakan spion lengkap, mengecek lampu sein, memakai pakaian yang aman, hingga menghindari kebiasaan berkendara yang berisiko.

Kalau kamu punya keluarga, pasangan, atau anak yang sering menggunakan motor, jangan bosan untuk terus mengingatkan mereka. Karena dalam banyak kasus, kecelakaan terjadi bukan karena motor rusak, melainkan karena kebiasaan-kebiasaan buruk yang terus dipelihara, baik sengaja maupun “tidak tahu” itu buruk. 

Semakin hati-hati di jalan, semakin besar juga peluang kita untuk sampai tujuan dengan aman.

Yuk jaga diri dan orang yang kita sayangi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Biaya Servis Rem Mobil di Bengkel Resmi 2026 & Lama Pengerjaannya

Biaya Servis Rem Mobil – Memiliki kendaraan berarti harus siap dengan semua…

Daftar Motor Tanpa Radiator Dari Skutik Hingga Sport!

Motor Tanpa Radiator semakin diminati, karena perawatannya yang lebih sederhana dan biaya…

Sabun Cuci Mobil Yang Bagus Rekomendasi Netizen, Coba Deh!

Sabun Cuci Mobil Yang Bagus – Banyak produk sabun cuci mobil yang…

Warna Mobil Yang Bagus, Populer & Mahal Saat Dijual Lagi

Warna Mobil Yang Bagus – Saat memilih mobil, warna menjadi salah satu…