Motor Honda vs Yamaha – Mau beli motor tapi bingung pilih merek apa? Untungnya kamu tidak sendiri, banyak calon pembeli juga sedang mempertimbangkan dua merek besar, Honda dan Yamaha.
Keduanya merupakan merek yang sudah lama hadir di Indonesia dan sama-sama memiliki jutaan pengguna. Honda dikenal sebagai motor yang irit bahan bakar, mudah dirawat, dan memiliki harga jual kembali yang cukup baik. Sedangkan Yamaha mendapat reputasi atas performanya.
Kalau kamu sedang mencari ulasan, dan takut bertemu review yang berat sebelah dari masing-masing fanboy merek tertentu. Artikel ini dibuat khusus untuk kamu. Review yang kami tulis di sini berasal dari pengalaman pengguna yang mencoba kedua merek tersebut dan disampaikan secara netral. Tujuannya bukan untuk menyatakan merek mana yang paling unggul, melainkan membantu kamu memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing sebelum mengambil keputusan.
Review Motor Honda vs Yamaha By Pengalaman Pengguna
Sebagai perbandingan, berikut review pengguna untuk dua motor matic 150 cc yang cukup populer di masanya, yaitu Honda Vario 150 tahun 2018 dan Yamaha Aerox VVA 155 tahun 2018.
1. Honda Vario 150

Mari kita bahas kelebihan dan kekurangan motor merek Honda ini.
Kelebihan Honda Vario 150
Saat digunakan di jalan perkotaan, akselerasi awal Vario disebut cukup sigap. Motor mudah diajak berakselerasi ketika lampu lalu lintas berubah hijau atau saat perlu menyalip kendaraan lain dalam kecepatan rendah. Panel speedometer juga lengkap. Informasi yang ditampilkan cukup lengkap dan mudah dibaca, sehingga pengendara dapat memantau kondisi motor dengan lebih nyaman.
Untuk ukuran motor 150 cc, penggunaan bahan bakarnya masih tergolong hemat sehingga cocok digunakan sebagai kendaraan harian. Bukan hanya dinilai irit, posisi berkendara juga terbilang cukup nyaman. Jarak antara jok dan stang bagi sebagian pengendara dianggap pas sehingga tidak cepat membuat lelah saat digunakan. Selain nyaman untuk pengendara, jok belakang juga oke digunakan berboncengan.
Jangan ragukan soal sparepart. Mulai dari suku cadang original hingga aftermarket tersedia melimpah hampir di seluruh daerah. Beberapa komponen motor ini juga berasal dari produsen ternama. Contohnya lampu belakang yang diproduksi Koito dan kaliper rem dari Tokico yang dikenal sebagai pemasok komponen otomotif berkualitas.
Dan yang paling penting untuk masyarakat kita adalah “harga jual kembali” yang cukup baik. Nilai depresiasi motor Honda masih relatif terjaga dibanding banyak kompetitor di kelas yang sama.
Kekurangan Honda Vario 150
Setelah digunakan cukup lama, sebagian pengguna mengeluhkan munculnya getaran pada cvt saat akselerasi awal. Fenomena ini sering disebut “gredek” oleh pengguna motor matic. Akibatnya, untuk mengurangi gejala gredek, beberapa pemilik harus melakukan modifikasi pada komponen CVT seperti mangkok kopling, kampas kopling, atau komponen pendukung lainnya.
Untuk kualitas material dashboard, beberapa pengguna menilai Honda kurang bagus dibanding kompetitor. Warna dashboard juga cenderung lebih cepat memudar setelah pemakaian bertahun-tahun.
Dan, meskipun joknya nyaman, namun saat digunakan touring atau berkendara dalam durasi lama, jok akan terasa cukup keras sehingga dapat membuat tubuh cepat pegal.
Pengendara dengan tinggi badan di atas 170 cm terkadang merasa posisi kaki terlalu dekat dengan bagian depan bodi. Namun hal ini bersifat subjektif, karena ada yang menyangkal bahwa tidak ada masalah pada orang tinggi.
Baca juga: Rekomendasi Cover Motor Vario Kekinian Anti Air & Panas, Pilih!
2. Review Yamaha Aerox VVA 155

Yamaha Aerox dikenal sebagai motor matic bergaya sporty yang banyak digemari kalangan muda karena desain dan performa motornya.
Desain sporty didukung oleh material dan cat pada bodi motor yang dianggap lebih berkualitas, jadi tidak mudah rusak jika dirawat dengan benar. Belum lagi kapasitas bagasi yang besar, membuat Aerox cukup jadi idaman.
Untuk performa, motor dianggap stabil di kecepatan tinggi. Jadi ketika harus melakukan pengereman mendadak dalam kecepatan cukup tinggi, motor tetap stabil dan tidak mudah limbung.
CVT pada Yamaha juga relatif minim masalah. Keluhan terkait CVT tidak sebanyak yang ditemukan pada beberapa kompetitor sehingga banyak pengguna merasa lebih nyaman dalam jangka panjang. Performa mesin juga tetap konsisten meskipun digunakan dalam perjalanan panjang tanpa terlalu sering berhenti.
Hanya saja, jok belakang motor ini cukup tinggi. Bagi orang tua atau penumpang yang tidak terbiasa naik motor tinggi, posisi ini bisa kurang nyaman. Dan, kamu mungkin akan sedikit terbebani dengan biaya bensin, motor ini agak boros daripada Honda, meski selisihnya tidak terlalu jauh.
Dibanding Honda, nilai jual kembali Yamaha umumnya sedikit lebih rendah. Di beberapa daerah, ketersediaan suku cadang tertentu masih kalah dibanding Honda.
Jadi, silahkan nilai sendiri, motor Honda Vs Yamaha bagus mana.
Baca juga: Belajar Servis Mobil Pemula, Mulai dari Mana? Coba Start dari Ini
Motor Honda Banyak yang Beli, Apa Lebih Bagus Dari Yamaha?

Jika melihat data penjualan selama bertahun-tahun, Honda memang hampir selalu mendominasi pasar motor Indonesia. Namun apakah itu berarti Honda otomatis lebih bagus daripada Yamaha?
Belum tentu.
1. Citra dan Stigma
Salah satu alasan terbesar adalah citra atau stigma yang sudah terbentuk sejak lama. Banyak orang Indonesia mengenal Honda sebagai motor yang irit bahan bakar. Anggapan ini muncul sejak era ketika sebagian kompetitor masih menggunakan mesin 2-tak, sementara Honda sudah lebih dulu mengandalkan mesin 4-tak yang lebih hemat dan praktis digunakan sehari-hari.
Karena dianggap irit dan mudah dirawat, permintaan motor bekas Honda juga cenderung tinggi. Akibatnya, harga jual kembali menjadi lebih stabil. Faktor ini cukup penting karena banyak pembeli Indonesia mempertimbangkan nilai jual kembali sebelum membeli kendaraan.
2. Segmentasi Pembeli
Yamaha sejak dulu lebih dekat dengan kalangan muda. Namun pada segmen motor matic entry level atau kelas bawah, Yamaha sempat menghadapi tantangan berupa desain yang kurang diminati sebagian konsumen serta konsumsi bahan bakar yang dianggap sedikit lebih boros. Beberapa model lama juga memiliki catatan keluhan terkait keawetan komponen tertentu.
Berbeda halnya pada kelas menengah hingga atas, terutama motor 150 cc ke atas. Di segmen ini Yamaha justru menang banyak. Desain yang sporty, fitur yang berani, serta performa yang menyenangkan membuat motor seperti Aerox, NMAX, hingga beberapa model sport Yamaha cukup digemari anak muda.
3. Jaringan Dealer dan Bengkel
Selain itu, Honda diuntungkan oleh jaringan dealer dan bengkel yang sangat luas. Hampir di setiap daerah terdapat dealer resmi maupun bengkel yang familiar dengan produk Honda. Kemudahan inilah yang menjadi alasan banyak orang tetap memilih Honda.
Jadi, apakah Honda lebih bagus dari Yamaha? Jawabannya tergantung kebutuhan.
Jika kamu ingin motor yang lebih irit bahan bakar, mudah mencari spare part, serta harga jual kembali yang relatif stabil, beli Honda saja. Namun jika kamu lebih menyukai desain dan performanya, jelas Yamaha sangat layak untuk dipilih.
Baca juga: Review Perbedaan Motor 2 Tak dan 4 Tak, Mana yang Lebih Baik?
Punya Motor Honda atau Yamaha? Dapatkan Covernya Di Sini

Apa pun pilihan motormu, baik Honda maupun Yamaha, cara menjaganya tetap awet dan tidak mudah kusam tetap sama: pakai cover motor!
Setidaknya gunakan penutup motor setiap parkir lama di luar ruangan tanpa naungan. Tujuannya untuk mencegah dashboard dan jok menjadi getas dan retak, dan menjaga cat nya tetap awet. Mau tetap bagus, kan?
Dapatkan penutup motor anti panas dan hujan dengan harga terjangkau langsung dari pabrik. Cocok digunakan untuk berbagai tipe motor Honda maupun Yamaha agar kendaraan kesayangan tetap terlindungi setiap hari. Mau? Cek produsen Gicut Smarket.