Motor Touring yang Paling Nyaman – Banyak orang mengira semua motor bisa nyaman dipakai touring selama mesinnya kuat dan joknya empuk. Padahal kalau sudah pernah coba berbagai motor yang berbeda, kamu akan tahu mana yang “nyaman” dan tidak.
Ada motor yang enak dipakai harian di dalam kota, tetapi rasanya malah jadi melelahkan ketika diajak perjalanan ratusan kilometer. Ada juga motor yang awalnya terlihat besar dan dianggap akan “menyulitkan”, tetapi justru rasanya ringan dan santai saat dibawa touring jarak jauh.
Hal-hal seperti di atas cukup sering dirasakan oleh para bikers. Oleh karena itu, mereka biasanya cukup selektif dan mencari berbagai pendapat saat akan membeli motor untuk keperluan touring. Mereka akan mencari tahu mulai dari posisi duduk, cara motor bermanuver, bagaimana tenaga mesin saat menyalip kendaraan, sampai apakah ada rasa pegal yang muncul setelah berkendara lama atau tidak? Cukup detail.
Kalau kamu sedang mencari motor yang siap diajak touring jauh dan tidak ingin ubah ini itu, beberapa pilihan di bawah ini bisa masuk daftar pertimbangan. Rekomendasi ini juga bukan sekadar teori, tetapi berasal dari pengalaman para rider yang memang sering melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan motor tersebut.
Definisi Motor Touring yang “Paling Nyaman”

Sebelum membahas rekomendasi, penting untuk memahami dulu seperti apa motor yang layak disebut nyaman untuk touring. Sebab nyaman “versi touring” biasanya lebih spesifik, tidak sekedar jok empuk atau motor irit bahan bakar saja. Ada beberapa parameter penting yang biasanya jadi pertimbangan para rider saat memilih motor untuk perjalanan jauh.
Pertama tentu soal mesin yang bertenaga. Motor touring idealnya memiliki tenaga yang cukup agar tidak terlalu “ngoyo” saat dipakai menyalip kendaraan atau melibas jalan menanjak. Mesin yang terlalu kecil biasanya membuat rider harus bekerja lebih keras memainkan gas, terutama saat membawa barang atau riding berjam-jam.
Kedua adalah suspensi. Motor yang nyaman biasanya memiliki karakter suspensi yang pas, tidak terlalu keras tetapi juga tidak terlalu lembut. Suspensi yang terlalu kaku membuat badan cepat lelah ketika melewati jalan bergelombang. Sebaliknya, suspensi yang terlalu empuk juga membuat handling terasa kurang stabil saat kecepatan tinggi.
Lalu ada riding position atau posisi berkendara. Ini salah satu faktor paling penting dalam touring. Posisi duduk yang tegap dan rileks akan membuat tubuh tidak cepat pegal. Idealnya sudut pijakan kaki sejajar dengan jok sehingga badan terasa lebih natural saat duduk lama.
Selain itu, motor touring yang nyaman biasanya memiliki stang yang agak tinggi, jok yang lebar dan panjang, serta handling yang ringan dan mudah dikontrol. Jadi meskipun ukuran motor terlihat besar, namun dapat dibawa santai dan tidak melelahkan, itu termasuk kategori “nyaman.”
Baca juga: Motor 2 Tak untuk Touring, Apakah Nyaman dan Irit? Ini Reviewnya
3 Motor Touring yang Paling Nyaman Pilihan Bikers
Rekomendasi motor touring “nyaman” mungkin akan sedikit berbeda antara teori dan pengalaman di lapangan. Ada motor yang secara spesifikasi ideal untuk jarak jauh, tetapi ternyata kurang nyaman ketika dipakai.
Karena itu, daftar di bawah ini dibuat berdasarkan dua sudut pandang, yaitu pendapat umum para pecinta touring dan pengalaman langsung beberapa rider yang sudah mencoba motor tersebut untuk perjalanan jarak jauh.
1. Motor Gede (Moge)

Kalau berbicara motor touring yang paling nyaman, sebenarnya segmennya memang sudah ada sendiri. Motor bergenre touring pada dasarnya memang dirancang khusus untuk perjalanan jauh.
Mayoritas motor touring seperti ini memiliki kapasitas mesin besar atau biasa disebut moge. Maka tidak heran jika kenyamanan touring di kelas ini memang sulit ditandingi.
Beberapa model yang sering menjadi favorit para rider antara lain BMW GS series seperti F800GS, F950GS, R1200GS, R1250GS, hingga generasi terbaru R1300GS. Motor-motor ini memang terkenal nyaman dipakai melibas perjalanan jauh, baik di jalan aspal maupun medan semi offroad.
Berikut beberapa pilihannya:
- Dari Ducati ada beberapa pilihan seperti Ducati Multistrada 950, Ducati Multistrada V4, hingga Ducati Desert X yang terkenal memiliki ergonomi nyaman dan performa mesin sangat kuat.
- Honda juga punya lini motor touring yang cukup populer seperti Honda Africa Twin 1100. Di kelas menengah ada CB500X, VFR800X, sampai Honda Transalp 750 yang belakangan cukup ramai dibicarakan para pecinta touring.
- Merek KTM hadir dengan seri adventure mereka seperti KTM 890 Adventure dan KTM 1290 Super Adventure yang memang dirancang untuk perjalanan panjang.
Kalau berbicara kenyamanan touring, motor-motor ini jelas sudah tidak perlu diragukan lagi. Mulai dari posisi duduk, tenaga mesin, suspensi, hingga fitur touring semuanya memang dibuat untuk kebutuhan long riding.
Namun tentu saja, harga moge seperti ini tidak bisa dijangkau semua orang.
2. Honda CB150X dan Versys X 250
Kalau mencari motor touring yang paling nyaman dengan harga lebih realistis, banyak bikers justru mengarah ke Honda CB150X dan Kawasaki Versys X 250. Lalu kenapa bukan motor matic seperti ADV160 atau PCX160?
Jawabannya simpel. Meskipun motor matic tersebut nyaman, irit, praktis, dan memiliki jok lebar, karakter berkendaranya tetap berbeda ketika dipakai touring jauh. Beberapa rider yang pernah mencoba keduanya mengaku perbedaannya cukup terasa.
Ada yang membagikan pengalaman saat mengendarai Versys X 250 sejauh hampir 350 kilometer dan PCX160 dengan jarak sekitar 130 kilometer. Tebak mana yang bikin pegal-pegal? Ternyata naik PCX160 yang jaraknya lebih pendek, tapi badan justru lebih pegal dan cepat lelah.
Padahal secara teori, PCX160 sudah termasuk motor yang nyaman. Namun saat touring jauh, effort untuk memainkan gas, menyalip kendaraan, dan mengontrol motor ternyata lebih ringan ketika menggunakan Versys X 250 atau CB150X. Kedua motor ini memang punya karakter easy to ride. Posisi duduknya tegak, stangnya nyaman, dan handling-nya dianggap ringan saat dipakai perjalanan panjang.
Banyak orang awalnya juga ragu dengan ukuran Versys X 250 yang terlihat besar. Namun keraguan itu biasanya hilang setelah motor benar-benar dipakai touring.
3. CB150R dan CRF250L
Dua motor ini sebenarnya cukup sering masuk daftar rekomendasi motor touring. Namun beberapa bikers justru tidak menyarankan penggunaan keduanya dalam kondisi standar pabrik.
CB150R misalnya. Motor ini sebenarnya punya mesin yang cukup enak dan handling lincah. Tetapi untuk touring jauh, biasanya perlu beberapa penyesuaian agar lebih nyaman. Mulai dari meninggikan stang, mengatur ulang sprocket agar tenaga lebih panjang, sampai beberapa modifikasi ergonomi lainnya.
Begitu juga dengan CRF250L. Dari sisi suspensi dan performa mesin sebenarnya sangat nyaman. Namun karena motor ini berbasis trail, ada beberapa bagian yang terasa kurang cocok untuk touring aspal jarak jauh jika masih standar.
Biasanya rider akan mengganti kaki-kaki menjadi velg ring 17 depan belakang dengan ban on road agar lebih nyaman di jalan aspal. Jok juga sering diganti menjadi lebih lebar dan panjang. Stang diperlebar, lalu sprocket disesuaikan agar putaran mesin lebih santai saat kecepatan tinggi.
Karena itulah, meskipun dua motor ini punya potensi touring yang bagus, kenyamanannya baru benar-benar dapat maksimal setelah banyak perubahan. Perlu modal lagi, hehe.
Baca juga: Touring Dengan Motor Besar? Agar Aman, Tim Wajib Siapkan Ini!
Kalau Tanpa Modif, Motor Touring yang Paling Nyaman yang Mana?

Kalau mencari motor touring yang nyaman tanpa perlu banyak modifikasi, maka pilihannya jatuh di poin kedua tadi. Honda CB150X dan Versys X 250.
Untuk kelas harga menengah, Kawasaki Versys X 250 masih menjadi salah satu motor touring ternyaman dalam kondisi standar pabrik. Dengan harga di kisaran 60–70 jutaan, motor ini memang sudah sangat siap diajak perjalanan jauh. Mulai dari ergonomi, posisi duduk, karakter mesin, sampai handling-nya memang mendukung kebutuhan touring.
Sementara itu, kalau ingin yang lebih hemat, Honda CB150X juga sudah sangat well prepared untuk touring jarak jauh. Dengan harga di kisaran 30 jutaan, motor ini menawarkan posisi berkendara yang nyaman, tampilan adventure, dan handling yang ringan untuk berbagai kondisi jalan.
Jadi, pilih yang manapun akhirnya kembali ke kebutuhan masing-masing. Pada dasarnya semua motor sah saja digunakan untuk touring. Hanya saja, setiap motor pasti punya kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Motor matic nyaman dan praktis untuk sehari-hari. Motor sport pastinya lebih bertenaga. Sementara motor adventure biasanya lebih santai untuk perjalanan jauh. Jadi, tinggal sesuaikan saja mau yang mana.
Btw, meskipun Versys X 250 oke banget, tetapi tetap punya “kelemahan” yang banyak dikeluhkan penggunanya: konsumsi BBM-nya lumayan boros, hehe. So, mau pilih yang mana?
Butuh penutup motor? Cek Gicut Smarket yuk