Motor 2 Tak untuk Touring – Banyak orang masih menganggap bahwa motor 2 tak hanya cocok untuk balapan atau sekadar nostalgia. Suara knalpotnya yang khas dan aroma oli samping memang membuat motor jenis ini punya karakter yang berbeda dibanding motor saat ini. Namun, di kalangan pecinta touring, motor 2 tak masih jadi andalan untuk perjalanan jauh.
Di sisi lain, tidak sedikit juga yang berpendapat bahwa touring lebih cocok menggunakan motor 4 tak karena lebih irit bahan bakar, lebih halus, dan dianggap lebih nyaman untuk sehari-hari maupun perjalanan panjang. Pendapat ini sebenarnya tidak salah. Mesin 4 tak memang unggul dalam efisiensi dan konsumsi BBM.
Lalu pertanyaannya, kenapa motor 2 tak untuk touring masih banyak digunakan sampai sekarang? Bahkan, beberapa pengendara justru merasa lebih nyaman memakai motor 2 tak untuk perjalanan lintas kota hingga touring antarpulau?
Agar tidak salah paham, dan kamu dapat memutuskan pakai motor apa untuk touring nanti, yuk kenali dulu bagaimana cara kerja motor 2 tak bekerja. Dan apa sih alasan motor ini masih dianggap menyenangkan untuk touring? Mari kita bahas.
Mengenal Motor 2 Tak dan Cara Kerjanya

Pada mesin motor 2 tak, siklus pembakaran yang terjadi di dalam mesin dilakukan dalam dua langkah piston. Karena prosesnya lebih singkat dibanding mesin 4 tak, tenaga yang dihasilkan lebih spontan dan responsif. Inilah salah satu alasan kenapa motor 2 tak memiliki akselerasi yang terkenal “galak” meskipun kapasitas mesinnya tidak terlalu besar.
Bagi kamu yang ingin sedikit tahu tentang cara kerja motor 2 tak, mari kita bahas sedikit di bawah ini.
1. Langkah Isap dan Kompresi
Mesin motor 2 tak melakukan proses isap serta kompresi dalam satu langkah. Langkah ini berlangsung ketika piston bergerak dari Titik Mati Bawah (TMB) menuju Titik Mati Atas (TMA). Gerakan piston tersebut membuat tekanan pada ruang engkol meningkat. Tekanan di dalam ruang engkol akan terus bertambah seiring pergerakan piston ke atas.
Pada tahap ini, campuran bahan bakar dan udara mulai dipersiapkan untuk proses pembakaran berikutnya.
2. Langkah Kerja dan Buang
Pada langkah kedua, piston bergerak dari TMA menuju TMB. Sesaat sebelum piston mencapai TMA, busi akan memercikkan api sehingga terjadi pembakaran di dalam ruang bakar. Ledakan hasil pembakaran kemudian mendorong piston bergerak turun menuju TMB dan menghasilkan tenaga.
Akibat pergerakan piston tersebut, volume ruang engkol ikut berubah. Campuran gas yang ada di ruang engkol kemudian tertekan menuju ruang bakar. Sementara itu, gas sisa pembakaran dialirkan ke saluran pembuangan.
Prinsip kerja seperti ini membuat mesin 2 tak membutuhkan bahan bakar lebih banyak dibanding mesin 4 tak. Namun di balik konsumsi BBM yang lebih boros, motor 2 tak punya tenaga yang lebih responsif dan akselerasi lebih tinggi.
Karena itulah banyak penggemar touring masih menyukai motor 2 tak, terutama untuk perjalanan yang membutuhkan tenaga spontan di berbagai kondisi jalan.
Baca juga: 5 Rekomendasi Motor Touring 250cc Terbaik dan Harga Secondnya!
Motor 2 Tak untuk Touring, Apakah Nyaman dan Irit?

Kalau pertanyaannya soal nyaman atau tidak, jawabannya bisa saja “iya”, bahkan untuk perjalanan jauh.
Banyak pengguna motor 2 tak justru merasa motor jenis ini sangat menyenangkan dipakai touring. Salah satu alasannya adalah karakter torsinya yang besar. Torsi sendiri merupakan tenaga puntir yang membuat motor terasa kuat saat berakselerasi atau melewati tanjakan.
Karena torsinya besar, motor 2 tak tidak perlu dipaksa bermain di putaran mesin tinggi untuk mendapatkan tenaga. Saat dipakai cruising atau melaju santai di jalan panjang, tenaga motor tetap rasanya ringan.
Di beberapa komunitas touring, motor 2 tak bahkan masih menjadi andalan untuk perjalanan jauh. Sensasi tarikan spontan dan bobot motor yang relatif ringan membuat pengendara lebih percaya diri saat melibas berbagai kondisi jalan.
Namun bagaimana soal konsumsi BBM?
Ini yang jadi perdebatan dan alasan mengapa sebagian orang tidak setuju motor ini jadi “andalan touring.”
Sebagai gambaran, konsumsi BBM motor sport 2 tak seperti Kawasaki Ninja R umumnya berada di kisaran 1 liter untuk 25–32 kilometer dalam kondisi normal. Angka ini tentu berbeda cukup jauh dibanding motor sport 150cc 4 tak seperti Yamaha Vixion atau Honda CB150 yang bisa mencapai sekitar 1 liter untuk 45 kilometer.
Meski begitu, kebanyakan pengguna motor 2 tak memang tidak fokus mengejar irit BBM. Mereka lebih menikmati karakter tenaga yang dihasilkan.
Kalau prioritas utama kamu adalah hemat bahan bakar, motor sport 4 tak akan lebih cocok untuk kamu. Namun kalau kamu mencari sensasi berkendara yang lebih galak dan menyenangkan saat touring, motor 2 tak punya seharusnya lebih disukai.
Keunggulan terbesar motor 2 tak memang ada di performanya. Sebagai contoh, Kawasaki Ninja 150 bisa menghasilkan tenaga sekitar 30 HP, angka yang jauh lebih besar dibanding motor sport 150cc 4 tak yang rata-rata berada di kisaran 17–18 HP. Tenaga sebesar itu membuat motor sangat responsif untuk perjalanan jauh, terutama saat menyalip kendaraan lain atau melewati jalur menanjak.
Memang konsumsi BBM menjadi konsekuensinya. Namun bagi sebagian pecinta motor 2 tak, sensasi berkendara yang didapat dianggap sebanding dengan biaya bahan bakar yang lebih besar.
Baca juga: 6 Penyebab Kecelakaan Motor Paling Sering, Hindari Yuk!
Mau Motor Ini? Inilah Rekomendasi Motor 2 Tak Terbaik untuk Touring

Kalau akhirnya kamu setuju untuk memilih motor 2 tak dalam keputusan ini, berikut beberapa rekomendasi yang disetujui sebagian netizen karena dianggap bagus dan cukup irit meskipun tidak seirit motor 4 tak. Apa saja?
1. Kawasaki Ninja 150 RR
Motor ini sering dianggap sebagai salah satu motor 2 tak sport paling nyaman untuk touring. Selain tenaganya besar, konsumsi BBM-nya juga tergolong cukup baik untuk ukuran motor 2 tak 150cc.
Menurut pengalaman sebagian pengguna, konsumsi BBM Kawasaki Ninja bisa mencapai lebih dari 30 kilometer per liter jika kondisi motor sehat dan cara berkendara tidak terlalu ugal-ugalan.
Karakter mesinnya juga stabil untuk perjalanan jauh. Tidak heran kalau motor ini masih punya banyak penggemar hingga sekarang.
2. Yamaha RX-King
Motor legendaris ini terkenal punya tarikan yang sangat spontan. Bobotnya ringan dan akselerasinya galak, sehingga masih sering dipakai touring oleh para penggemarnya.
Namun dibanding Kawasaki Ninja, konsumsi BBM RX-King umumnya lebih boros. Selain itu, posisi berkendaranya juga lebih sederhana sehingga kenyamanan touring jarak jauh sangat tergantung kondisi tubuh pengendara.
3.Suzuki RGR 150
Suzuki RGR juga dikenal punya performa kuat khas motor 2 tak. Karakter tenaganya agresif dan cocok untuk pengendara yang menyukai sensasi berkendara cepat. Namun dari sisi konsumsi bahan bakar, motor ini juga tidak bisa dibilang irit.
Karena itu, kalau kamu memang masih sangat mempertimbangkan konsumsi BBM, mungkin motor 2 tak bukan pilihan terbaik. Tetapi kalau kamu ingin touring dengan sensasi tenaga yang lebih “hidup”, motor 2 tak punya pengalaman berkendara yang sulit digantikan motor lain.
Baca juga: Anti Boncos! Begini Cara Pilih Mobil Eropa Bekas yang Bagus
Punya Motor di Rumah, Cover Yuk Biar Gak Getas!

Selain rutin servis mesin, kondisi bodi motor juga perlu dijaga, apalagi kalau motor sering dipakai touring lalu parkir di area terbuka. Paparan panas matahari dan hujan terus-menerus bisa membuat warna motor cepat kusam, karet mulai getas, hingga beberapa bagian bodi terlihat menua lebih cepat. Karena itu, yuk pakai cover motor agar tetap awet.
Terutama untuk motor 2 tak yang banyak dipelihara sebagai motor hobi atau koleksi, penggunaan cover bisa membantu menjaga tampilannya tetap bagus dalam jangka panjang.
Untuk pembelian cover atau penutup motor bisa cek di Gicut Smarket ya. Harganya terjangkau karena produsen. Pilih ukuran besar untuk motor besar!