Ciri-Ciri Mobil Pernah Turun Mesin – Saat membeli mobil bekas, kamu harus sangat waspada jika mobil tersebut pernah mengalami turun mesin.
Turun mesin berarti blok mesin dibongkar untuk memperbaiki atau mengganti komponen utama. Ini bukan perbaikan ringan dan biasanya menandakan adanya masalah serius pada mesin sebelumnya, seperti overheat (mesin terlalu panas), kebocoran oli parah, atau komponen mesin aus.
Jika kamu ingin membeli mobil bekas, atau penasaran ingin mengetahui ciri-ciri mobil yang pernah turun mesin, dan apa saja komponen yang biasanya perlu diganti agar mesin kembali berfungsi optimal.
Yuk simak penjelasan dari covermobilmu.com berikut.
Ciri-Ciri Mobil Bekas Pernah Turun Mesin
Memastikan apakah mobil pernah turun mesin atau tidak cukup rumit, tetapi ada beberapa tanda yang bisa kamu amati.
Mengutip wawancara Kompas bersama pemilik Aha Motor Yogyakarta, Hardi Wibowo (2/6), mobil yang pernah mengalami turun mesin salah satu cirinya dapat dilihat dari lem atau sealant antar mesin komponen.
Hardi mengatakan bahwa jika warnanya sudah berbeda, dan bentuknya berubah tidak sama persis dengan bawaan pabrik, tandanya mesin pernah dibongkar. Selain itu, tanda lainnya adalah:
1. Ada Bekas Sealant Baru atau Baut Terlepas
- Buka kap mesin dan lihat apakah ada bekas sealant (perekat khusus mesin) yang baru atau terlihat tidak rapi.
- Jika ada banyak sealant baru di sekitar blok mesin, kemungkinan besar mesin pernah dibongkar.
- Periksa juga baut-baut di sekitar mesin, apakah terlihat longgar atau pernah dibuka. Baut yang lecet atau berkarat bisa menjadi petunjuk bahwa mesin sudah mengalami perbaikan besar.
2. Riwayat Overheat atau Kebocoran Oli
Mobil yang pernah mengalami overheat sering kali harus turun mesin untuk mengganti komponen seperti gasket kepala silinder atau piston.
Kamu bisa bertanya langsung kepada penjual tentang riwayat overheat atau kebocoran oli. Mobil yang pernah mengalami masalah ini patut diwaspadai.
Baca Juga: Apa Itu Mobil Capek? Kenali Tandanya dan Tips Aman Saat Dikendarai
3. Mesin Bergetar atau Bunyi Berisik
Mesin yang pernah turun dan tidak diperbaiki dengan benar sering kali mengeluarkan bunyi aneh, seperti ketukan atau gesekan.
Selain itu, mesin mungkin terasa lebih bergetar saat idle (diam di tempat) atau ketika pedal gas ditekan. Ini tanda adanya komponen mesin yang tidak terpasang sempurna.
4. Asap Knalpot Berwarna Aneh
Mobil yang mengalami perbaikan besar pada mesin, tapi tidak dikerjakan dengan baik, sering kali mengeluarkan asap dari knalpot.
- Asap putih tebal bisa menandakan ada kebocoran air radiator ke ruang bakar.
- Asap biru berarti mesin membakar oli karena ring piston atau seal katup tidak berfungsi dengan baik.
5. Indikator Check Engine Menyala
Lampu Check Engine yang menyala bisa menandakan adanya masalah serius di mesin. Jika mobil pernah turun mesin, ada kemungkinan beberapa sensor tidak bekerja optimal setelah perbaikan.
Kamu bisa meminta teknisi melakukan pengecekan dengan alat OBD (On-Board Diagnostics) untuk membaca kode kerusakan pada mesin.
6. Tenaga Mesin Berkurang
Mobil yang pernah turun mesin dan tidak dirakit dengan baik bisa kehilangan tenaga. Kamu bisa merasakannya saat melakukan test drive; mobil terasa lemah dan tidak responsif saat digas.
Selain tenaga berkurang, mobil bekas yang pernah mengalami perbaikan besar pada mesin kadang mengalami penurunan efisiensi bahan bakar. Hal ini bisa disebabkan oleh komponen mesin yang tidak bekerja dengan optimal atau masalah pada sistem injeksi bahan bakar.
Baca Juga: Jual Sarung Mobil Terdekat Dengan Aneka Bahan & Model Warna
Apa Saja Yang Perlu Diganti Ketika Mesin Dibongkar?

Sebenarnya jika mobil pernah turun mesin, dan proses perbaikannya dilakukan dengan benar, itu tidak buruk bahkan jadi hal yang plus. Turun mesin menjadi masalah jika tidak dilakukan dengan benar.
Oleh karena itu, jika kamu akan membeli mobil bekas turun mesin, cek dulu ke bengkel, tanyakan pada teknisinya apakah mobil dalam keadaan baik. Jika mobil bekas dalam keadaan baik, kamu bisa melanjutkan pembeliannya.
Nah, sekarang jika mobilmu harus turun mesin, kira-kira apa komponen utama yang perlu diganti agar performa mesin kembali optimal? Berikut komponen-komponen yang umumnya diganti:
1. Gasket Kepala Silinder (Cylinder Head Gasket)
Komponen ini berfungsi sebagai penyekat antara blok mesin dan kepala silinder agar tidak terjadi kebocoran oli atau air radiator.
Gasket yang rusak sering menjadi penyebab utama mesin overheat. Saat turun mesin, gasket kepala silinder hampir selalu diganti dengan yang baru.
2. Piston dan Ring Piston
Piston adalah komponen utama yang bergerak naik-turun di dalam silinder untuk menghasilkan tenaga.
Ring piston berfungsi untuk menjaga agar oli tidak masuk ke ruang bakar. Jika ring piston aus, oli akan bocor dan terbakar, menghasilkan asap biru dari knalpot.
Saat turun mesin, piston atau ring piston biasanya diperiksa dan diganti jika sudah aus atau rusak.
Baca Juga: Apakah Mesin Mobil Boleh Dicuci? Ini Syaratnya Agar Aman
3. Klep atau Katup (Valve)
Katup mengatur aliran udara dan bahan bakar ke dalam ruang bakar serta membuang gas sisa pembakaran.
Oleh karena itu, katup yang aus atau tidak rapat bisa menyebabkan tenaga mesin hilang dan konsumsi bahan bakar jadi boros. Saat turun mesin, katup biasanya dibersihkan atau diganti jika ditemukan kerusakan.
4. Bantalan Crankshaft (Bearing)
Crankshaft bearing berfungsi untuk menopang poros engkol dan mengurangi gesekan saat mesin bekerja. Jika bantalan ini aus atau rusak, mesin bisa mengeluarkan suara berisik dan mengalami getaran.
Saat turun mesin, bantalan ini sering kali diganti untuk menjaga kelancaran perputaran poros engkol.
5. Pompa Oli (Oil Pump)
Pompa oli berfungsi untuk memompa oli ke seluruh bagian mesin agar komponen-komponen yang bergerak tetap terlumasi.
Jika pompa oli tidak bekerja dengan baik, mesin bisa mengalami kerusakan karena kekurangan pelumasan. Saat turun mesin, pompa oli akan dicek dan diganti jika kinerjanya menurun.
6. Timing Belt atau Timing Chain
Timing belt atau timing chain mengatur sinkronisasi antara pergerakan piston dan katup agar mesin bekerja dengan baik.
Komponen ini harus diganti jika sudah aus atau terlalu kendor, karena bisa menyebabkan mesin mati mendadak dan merusak komponen lainnya.
7. Water Pump (Pompa Air)
Water pump berfungsi untuk memompa air radiator ke seluruh bagian mesin agar suhu mesin tetap terjaga.
Saat turun mesin, pompa air biasanya diganti jika sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan untuk mencegah overheat.
8. Seal dan Gasket Kecil Lainnya
Selain gasket kepala silinder, masih ada beberapa gasket dan seal kecil lainnya di mesin, seperti seal crankshaft dan seal camshaft.
Semua seal dan gasket ini harus diganti saat turun mesin untuk memastikan tidak ada kebocoran oli atau air.
9. Sensor Mesin
Sensor seperti sensor oksigen, sensor suhu, atau sensor aliran udara kadang juga perlu diganti jika mengalami kerusakan.
Sensor-sensor ini sangat penting untuk menjaga kinerja mesin dan efisiensi bahan bakar.
Baca Juga: Pabrik Custom Sarung Mobil Untuk Berbagai Project, Coba!
Sudah Siap Punya Mobil? Lengkapi Covernya Yaa
Mengetahui ciri-ciri mobil yang pernah turun mesin sangat penting untuk menghindari masalah di masa depan. Dengan informasi ini, kamu juga bisa lebih waspada saat memeriksa mobil bekas dan tidak tertipu dengan penjual yang tidak jujur.

Selanjutnya, pastikan membeli cover atau sarung mobil untuk perlindungan luar mobilmu ya. Miliki cover mobil bahan parasut agar terlindung dari panas dan hujan, atau cover polyester untuk perlindungan terbaik dari debu dan panas.
Semua pilihan untuk melindungi mobil dari segala cuaca dan situasi ada di tanganmu. Pastikan membeli cover mobil yang berfungsi dengan baik, dan dapatkan semua varian bahannya di Gicut Smarket atau covermobilmu.com ya.
Kedua produsen mobil tersebut menyediakan sarung mobil sesuai ukuran merek mobil dan tahun keluarannya, jadi pasti muat dan tidak kependekan. Mau coba? klik tombol pilih cover mobil ya.
Yuk miliki mobil terbaik!
Reference: