Ban Motor Bocor Samping – Kamu mungkin sedang berada di fase paling melelahkan sebagai pemilik motor: ban motor kempes lagi, dan lagi. Ah, sebel!
Sudah ke bengkel, sudah ditambal, sudah diisi angin, tetapi beberapa hari kemudian kempes kembali. Rasanya seperti mengulang masalah yang sama tanpa benar-benar menemukan akar penyebabnya.
Lebih membingungkan lagi ketika kebocoran tidak terjadi di bagian telapak ban, melainkan di sisi sampingnya. Inilah yang sering disebut sebagai ban motor bocor samping. Jenis kebocoran yang perbaikannya kadang “agak-agak”. Banyak yang langsung berpikir harus ganti ban baru kalau ini terjadi, padahal tidak harus loh. Apalagi jika kondisi keuangan belum memungkinkan.
Budget perbaikan tipis, kebutuhan lain menunggu, sementara motor mau dipakai? Sebelum kamu memutuskan untuk membeli ban baru, ada beberapa langkah yang bisa kamu coba terlebih dahulu. Biayanya relatif murah, prosesnya cepat, dan cukup efektif bagi sebagian pengguna dalam mengatasi kebocoran di bagian samping ban.
Solusi Untuk Ban Motor Bocor Samping Dan Cepat Kempes
Berhari-hari ke bengkel karena ban motor kempes lagi dan lagi tentu melelahkan. Jika kamu belum mencoba cara berikut ini, ada kemungkinan masalahnya memang belum ditangani secara tepat.
Kebocoran samping biasanya terjadi di area bibir ban yang menempel pada velg. Pada ban tubeless, area ini sangat penting karena di sanalah tekanan udara “dikunci”. Jika ada celah sedikit saja akibat kerak, karat, atau kotoran, udara akan merembes perlahan.
Berikut dua pendekatan yang bisa kamu lakukan.
1. Buru-Buru Harus Selesai? Pakai Cara Ini

Cara ini umum digunakan untuk ban tubeless. Namun, ban tube tyre (menggunakan ban dalam) juga bisa diperiksa dengan metode yang sama, setelah kamu memastikan kondisi ban dalam masih aman.
Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah memastikan titik kebocoran benar-benar berada di bagian samping. Gunakan air sabun sebagai alat deteksi sederhana. Campurkan sabun cair dengan air, lalu oleskan pada bagian samping ban, terutama di area dekat velg. Jika muncul gelembung udara kecil, itu tanda pasti bahwa ada kebocoran di titik tersebut.
Setelah yakin ada kebocoran, lakukan ini:
- Keluarkan angin dari ban menggunakan kunci pentil. Tujuannya agar ban menjadi lebih longgar dan mudah direnggangkan dari velg.
- Tekan sisi kiri dan kanan ban secara perlahan hingga bagian bibir ban sedikit terlepas dari dudukan velg.
- Pada banyak kasus ban motor bocor samping, penyebabnya adalah pinggiran velg yang berkerak atau berkarat. Kerak ini menciptakan celah mikro yang tidak terlihat, tetapi cukup untuk membuat udara keluar perlahan.
- Oleskan “chassis grease” merek apapun
- Setelah itu, pasang kembali posisi ban dengan benar dan isi angin sesuai tekanan standar pabrikan. Jangan mengira-ngira tekanan angin; idealnya gunakan alat ukur tekanan agar akurat.
- Langkah terakhir, ulangi pengecekan menggunakan air sabun. Jika tidak ada gelembung yang muncul, besar kemungkinan kebocoran sudah teratasi.
Jika kamu sedang terburu-buru, kamu bisa langsung mengoleskan chassis grease tanpa membersihkan area ban dan velg secara menyeluruh. Namun jika ada waktu, membersihkan area tersebut terlebih dahulu tentu akan lebih baik.
Oleskan chassis grease pada bagian dalam velg yang bersentuhan langsung dengan sisi samping ban. Pastikan olesan merata, tidak terlalu tebal tetapi cukup untuk menutup celah kecil. Chassis grease bekerja sebagai lapisan pelindung sekaligus penutup pori-pori kecil akibat kerak.
Baca juga: Kapan Harus Ganti Ban Motor Tubeless, Begini Aturannya
2. Atasi Ban Motor Bocor Samping yang Lebih Disarankan

Meskipun cara pertama cukup efektif, sebenarnya metode tersebut hanya solusi cepat. Jika kamu memiliki waktu lebih luang, sebaiknya lakukan perbaikan yang lebih menyeluruh agar hasilnya tahan lama.
Setelah memastikan memang ada kebocoran samping, sebaiknya kamu membuka ban dari velg sepenuhnya. Proses ini memang membutuhkan tenaga dan alat tambahan, atau bisa juga dilakukan di bengkel dengan biaya yang masih terjangkau.
- Fokus utama ada pada bagian dalam bibir velg. Amplas bagian samping dalam velg secara merata untuk menghilangkan kerak, karat, dan permukaan kasar.
- Proses pengamplasan ini penting karena kerak yang tertinggal akan membuat kebocoran terulang meskipun sudah diberi grease.
- Setelah permukaan velg halus dan bersih, barulah oleskan chassis grease secara merata pada bagian yang bersentuhan dengan sisi ban.
- Pasang kembali ban, lakukan dengan posisi yang presisi agar dudukannya benar-benar rapat.
- Isi kembali angin sesuai standar tekanan yang dianjurkan. Jangan lupa lakukan tes air sabun sekali lagi untuk memastikan tidak ada gelembung yang muncul.
Metode kedua ini jauh lebih disarankan karena kamu benar-benar mengatasi sumber masalahnya, bukan hanya menutup gejalanya.
Setelah melakukan perbaikan, jangan biarkan ban dalam kondisi kurang angin. Tekanan yang rendah membuat ban kurang nyaman saat digunakan, sehingga bibir ban bisa sedikit bergeser dan membuka celah kembali. Akibatnya, kebocoran samping bisa muncul lagi.
Baca juga: Penutup Motor Anti Hujan dan Mudah dilipat? Pilih Bahan Ini
Alasan Kurang Angin Jadi Penyebab Ban Motor Sering Bocor

Banyak orang mengira kebocoran selalu disebabkan oleh paku atau benda tajam. Padahal dalam kasus ban motor bocor samping, tekanan angin yang tidak stabil justru menjadi pemicu utama.
Ketika tekanan angin kurang, struktur ban kehilangan kekakuannya. Ban menjadi lebih lentur saat menahan beban motor dan pengendara. Fleksibilitas berlebih ini membuat bibir ban terus bergerak di atas velg. Dalam jangka waktu tertentu, gesekan mikro ini memicu celah udara.
Selain itu, ban kurang angin juga meningkatkan suhu akibat gesekan berlebih dengan permukaan jalan. Suhu tinggi mempercepat degradasi karet, terutama di bagian samping yang memang lebih tipis dibanding telapak.
Secara teknis, tekanan angin yang ideal untuk motor bebek dan skutik umumnya berada di kisaran 29–33 psi untuk roda depan dan 31–36 psi untuk roda belakang, tergantung rekomendasi pabrikan. Jika tekanan turun 5–7 psi saja dari standar, ban berisiko mengalami masalah.
Itulah sebabnya kamu tidak boleh membiarkan ban terlihat “sedikit kempes” dengan asumsi masih bisa dipakai. Kebiasaan ini dalam jangka panjang memicu kebocoran samping berulang. Maka setelah perbaikan, biasakan mengecek tekanan angin minimal seminggu sekali. Kebiasaan sederhana ini jauh lebih murah dibanding harus sering bongkar pasang ban.
Baca juga: Ban Motor Sering Kempes Tiba-Tiba? Coba Olesi Pakai Cairan Ini
Yuk Lindungi Motormu, Pakai Cover Motor Hari Ini Juga!

Memang benar, cover motor tidak secara langsung menyelesaikan masalah ban motor bocor samping. Namun jika kita berbicara tentang pencegahan jangka panjang, ini bisa disebut solusi juga.
Hanya 100 ribuan bahkan under, kamu sudah bisa membeli penutup motor dari Gicut Smarket atau toko lainnya. Pemakaian cover motor yang teratur, terutama di musim hujan dan saat parkir di luar, akan membuat motor terlindungi dari hujan dan panas langsung. Cegah karat, kusam, dan lainnya.
yuk miliki segera!
Kamu mungkin sedang fokus menghemat biaya perbaikan ban, tetapi nanti saat sudah sedikit longgar keuangannya, pertimbangkan lah memiliki cover atau penutup motor. Gunakan setiap kali harus parkir di luar atau saat ke kantor, agar motor tidak mengirimkan sinyal “jajan” yang lainnya.
Jika solusi murah dan mudah sudah kamu coba, sekarang waktunya memastikan masalah tidak kembali. Lindungi motor, cek tekanan angin rutin, dan bertindak sebelum kerusakan menjadi lebih besar.
Yuk miliki cover motor hari ini juga dan jaga motormu tetap aman setiap hari!