Cara Mematikan Rem CBS – Jika kamu pengguna motor matic keluaran beberapa tahun terakhir, besar kemungkinan motormu sudah dibekali Combi Brake System (CBS). Di atas kertas, sistem ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan, terutama bagi pengendara pemula.
Namun di lapangan, tidak sedikit pemilik motor justru mencari cara mematikan rem CBS karena merasa pengereman menjadi kurang pakem, tidak natural, bahkan berisiko di kondisi tertentu.
Artikel ini ditulis dari sudut pandang sebagian pengguna dalam sebuah diskusi tentang “mematikan rem CBS” di media sosial. Tujuannya bukan untuk menakut-nakuti, tetapi membantu kamu memahami kenapa rem CBS sering dipermasalahkan, kapan sebaiknya dimatikan, dan bagaimana cara mematikan rem CBS motor matic dengan aman berdasarkan praktik yang sudah banyak dilakukan.
Kenapa Rem CBS Motor Perlu Dimatikan?

Pertanyaan yang sering muncul adalah:
“Apakah memang sebahaya itu sistem CBS? Bukankah pabrikan besar tidak mungkin mengeluarkan sistem yang buruk?”
Jawabannya sederhana tapi penting: pabrikan tidak salah, namun kondisi pemakaian di Indonesia sering kali tidak sesuai dengan asumsi awal perancangan sistem CBS.
CBS dikembangkan untuk:
- Lalu lintas perkotaan
- Kecepatan relatif rendah
- Permukaan jalan aspal yang konsisten
- Pengendara dengan teknik pengereman minim
Masalahnya, motor matic di Indonesia tidak hanya dipakai di kota. Banyak motor CBS digunakan untuk: Jalur pegunungan, turunan panjang, jalan terjal dan berkelok, dan aspal berpasir atau licin. Di sinilah kelemahan CBS mulai terasa.
Risiko di Turunan Panjang
Pada sistem CBS, setiap kali kamu menarik rem belakang, kampas rem depan dan belakang bekerja bersamaan. Jika digunakan terus-menerus di turunan panjang:
- Panas menumpuk di kedua sistem rem
- Kampas rem depan dan belakang aus bersamaan
- Risiko rem blong meningkat
Berbeda dengan sistem rem konvensional, di mana kamu bisa mengatur pengereman depan dan belakang secara bergantian untuk mengontrol suhu dan daya cengkeram.
Itulah alasan utama kenapa banyak pengendara yang sering melewati jalur menurun memilih mematikan CBS agar rem depan dan belakang bisa dikontrol terpisah.
Risiko di Jalan Berpasir atau Licin
CBS juga bisa menjadi berbahaya di:
- Jalan aspal berpasir
- Jalan basah atau licin
- dan jalan kampung dengan permukaan tidak rata
Saat kamu berniat hanya menggunakan rem belakang, rem depan ikut bekerja. Jika roda depan kehilangan traksi, motor bisa langsung tergelincir. Dalam kondisi seperti ini, CBS justru mengurangi kontrol pengendara.
Kesimpulannya:
CBS bukan sistem gagal, tetapi kurang cocok untuk kondisi jalan dan kebiasaan berkendara tertentu di Indonesia. Karena itu, banyak pemilik motor memilih menonaktifkannya secara mekanis.
Baca juga: Motor Paling Ringan dan Pendek di Indonesia, Recommended!
Penjelasan Sistem Combi Brake System (CBS)

Sebelum masuk ke teknis, kamu perlu memahami cara kerja sistem ini. Combi Brake System (CBS) berasal dari:
- Combi = kombinasi
- Brake = rem
Artinya, CBS adalah sistem rem kombinasi antara rem belakang dan rem depan. Pada motor matic, cara kerja CBS sebagai berikut:
- Tuas kiri (rem belakang) dihubungkan ke rem depan
- Saat rem belakang ditarik, rem depan ikut tertarik
- Penghubungnya berupa kabel dan tuas mekanis
Contoh kasus yang sering ditemui adalah Honda Vario 125 seri KZR, yang menggunakan sistem CBS mekanis ini.
Banyak pemilik motor meminta CBS dimatikan karena:
- Merasa rem sering “habis” di turunan
- Pengereman tidak se-natural motor non-CBS
- Terlalu sensitif di kondisi tertentu
Kabar baiknya, mematikan CBS tidak harus dengan memotong kabel. Ada metode yang lebih aman, rapi, dan bisa dikembalikan ke kondisi semula jika diperlukan.
Baca juga: 7 Tempat yang Menerima Jual Ban Mobil Bekas di Jakarta Selatan
Cara Mematikan Rem CBS Motor Matic Dengan Mudah

Berikut adalah metode praktis yang sudah banyak diterapkan dan relatif aman untuk penggunaan harian.
1. Buka Batok Depan
Langkah pertama:
- Buka batok depan bagian atas
- Baut berada di kiri, kanan, atas, dan bawah
- Tidak perlu membuka plat nomor
Lepas batok secara perlahan karena biasanya masih tersangkut di bagian bawah. Setelah terbuka, kamu akan melihat mekanisme kabel CBS di dalamnya.
2. Mengenali Kabel Penghubung CBS
Di balik batok depan, kamu akan menemukan:
- Satu kabel penghubung rem belakang ke rem depan
- Mur setelan kabel
- Tuas penarik CBS
Secara teori, CBS bisa dilemahkan hanya dengan mengencangkan setelan. Namun cara ini kurang maksimal. Karena itu, digunakan metode pengganjalan agar fungsi penarik benar-benar berhenti.
Kamu juga akan melihat cover CBS dengan beberapa baut, tetapi bagian ini tidak perlu dibongkar karena cukup sulit dan berisiko.
3. Proses Pengganjalan CBS
Langkah teknisnya:
- Kendorkan setelan kabel menggunakan kunci pas ukuran 12
- Dorong setelan ke belakang sampai mentok
- Putar bagian belakang setelan ke kanan agar kabel makin kendor
- Selanjutnya siapkan mur bekas ban dalam. Ukurannya pas dan tidak perlu dimodifikasi
- Cara melepas kabel: Gunakan obeng minus kecil atau kuku. Lepaskan kabel dari tuas (modelnya mirip kabel kopling)
- Setelah kabel terlepas: Masukkan mur ban dalam sebagai ganjalan. Dorong per dan tahan mur agar tidak jatuh, lalu pasang kembali tuas dan kabel ke posisi semula
Pastikan mur terpasang rapi dan tidak mudah lepas. Ini kunci utama keamanan modifikasi.
4. Menyetel Akhir dan Pengujian
Setelah diganjal, tuas masih bisa bergerak namun fungsi CBS belum sepenuhnya mati
Langkah penyetelan:
- Putar setelan kabel ke kiri hingga keluar
- Jangan mematok terlalu keras agar rem tidak terasa berat
- Kencangkan mur setelan dengan baik
Uji dengan menarik rem:
- Tidak ada pergerakan mekanisme CBS
- Rem depan dan belakang sudah benar-benar terpisah
- Sampai di tahap ini, cara mematikan rem CBS sudah selesai.
Catatan Tambahan Soal Mematikan Rem CBS
Di dalam mekanisme CBS sebenarnya terdapat dua tuas penghubung. Saat salah satu rem ditarik, keduanya ikut bergerak.
Mekanisme ini:
- Tidak disarankan dibuka sendiri
- Bautnya keras
- Membutuhkan alat khusus seperti obeng ketok
Karena itu, metode pengganjalan dari luar jauh lebih praktis dan minim risiko. Biasanya setelan dikendorkan sekitar dua putaran agar masih ada sedikit pergerakan (±5%). Tujuannya hanya untuk membuat tarikan tuas lebih empuk, bukan berarti CBS masih aktif.
Baca juga: 2 Pernis Sikkens Terbaik di Indonesia & Cara Menggunakannya
Perawatan Jika Rem CBS Ingin Tetap Digunakan

Jika kamu memilih tidak mematikan CBS, perawatannya sebenarnya sederhana:
- Tuas rem harus bersih, tidak kering, dan bebas karat
- Kabel dan penarik CBS rutin diberi pelumas atau anti karat
- Pastikan semua pergerakan lancar dan ringan
Selain itu, hindari motor terlalu sering terpapar hujan dan udara lembap. Karat adalah musuh utama sistem mekanis seperti CBS. Solusinya, kamu hanya perlu menggunakan cover motor saat parkir di luar.
Jika kamu mencari cover motor yang terjangkau dan ukurannya pas, kamu bisa cek di covermobilmu.com atau toko Gicut Smarket di Shopee dan Lazada. Mereka menyediakan cover motor berbagai ukuran dengan harga pabrik, bisa dibeli satuan, dan tidak akan memberatkan kantongmu.
Referensi: