Cara Mengecek Arus Bocor Pada Mobil – Tidak sedikit pemilik mobil yang pernah mengalami satu masalah yang cukup membingungkan: aki mobil sering tekor, padahal usia aki masih tergolong baru dan mobil tidak jarang digunakan.
Awalnya mungkin kamu mengira penyebabnya hanya karena lupa mematikan lampu atau sistem audio. Namun setelah diperiksa, semua sudah dalam kondisi mati. Lalu sebenarnya apa yang terjadi?
Dalam dunia otomotif, kondisi ini sering dikaitkan dengan arus bocor atau yang kadang disebut juga arus storing. Arus bocor adalah aliran listrik yang terus mengalir dari aki ke komponen mobil meskipun mobil dalam kondisi mati. Dalam jangka waktu tertentu, aliran listrik kecil ini dapat menguras daya aki hingga akhirnya mobil sulit dihidupkan.
Menariknya, banyak pemilik mobil, terutama yang memang memiliki ketertarikan pada dunia otomotif, mencoba mencari tahu sendiri bagaimana cara mengecek arus bocor pada mobil tanpa harus langsung pergi ke bengkel. Dengan alat sederhana seperti multimeter dan sedikit pemahaman dasar kelistrikan mobil, kamu sebenarnya bisa melakukan pengecekan awal secara mandiri.
Cara ini bukan hanya membantu menemukan penyebab aki sering tekor, tetapi juga membuat kamu lebih memahami kondisi kelistrikan mobil yang kamu gunakan setiap hari. Yuk simak!
Cara Mengecek Arus Bocor Pada Mobil yang Akinya Sering Tekor
Sebelum memulai pengecekan, pastikan mobil dalam kondisi mati total, termasuk lampu kabin, audio, dan perangkat elektronik lainnya. Setelah itu kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut.
1. Lepas kabel negatif dari aki

Langkah pertama dalam cara mengecek arus bocor pada mobil adalah melepas kabel negatif dari aki. Biasanya kabel ini berwarna hitam dan terhubung ke bodi mobil.
Lepaskan mur pengikatnya dengan kunci pas, lalu pisahkan kabel tersebut dari terminal aki. Tujuan dari langkah ini adalah untuk memutus jalur kelistrikan sementara sehingga kamu dapat mengukur arus yang masih mengalir dari aki ke sistem mobil.
2. Siapkan multimeter
Ambil multimeter dan ubah pengaturannya ke mode pengukuran arus (Ampere DC).
Putar selektor ke batas maksimal 20 Ampere. Beberapa teknisi bengkel biasanya menyetelnya di angka 10 Ampere, tetapi menggunakan batas lebih tinggi pada awal pengecekan akan memberikan margin keamanan bagi alat ukur.
Setelah itu:
- Tempelkan probe merah multimeter ke kabel negatif aki yang tadi dilepas.
- Tempelkan probe hitam ke kutub negatif aki.
Dengan posisi ini, multimeter akan menjadi jembatan yang membaca berapa besar arus yang masih mengalir dari aki ke sistem kelistrikan mobil.
3. Perhatikan angka yang muncul pada multimeter
Jika hasil pengukuran menunjukkan angka di atas 0,2 – 0,5 Ampere, besar kemungkinan mobil mengalami arus bocor.
Namun jika angkanya berada di kisaran kecil, misalnya di bawah 0,05 hingga 0,1 Ampere, biasanya itu masih tergolong normal. Beberapa mobil modern memang memiliki konsumsi listrik kecil untuk sistem seperti jam digital atau memori ECU.
4. Temukan sumbernya arus bocor pada mobil
Jika angka menunjukkan adanya arus bocor, langkah berikutnya adalah mencari sumbernya. Caranya dengan melepas dan memasang sekering (fuse) satu per satu pada kotak sekering mobil.
Setiap kali satu sekering dilepas:
- Perhatikan kembali angka pada multimeter.
- Jika bacaan arus turun drastis, misalnya dari 0,5 Ampere menjadi di bawah 0,1 Ampere, kemungkinan besar komponen yang terhubung dengan sekering tersebut adalah penyebab arus bocor.
5. Identifikasi komponen
Setelah menemukan sekering yang menyebabkan arus turun setelah dilepas, kamu bisa membuka buku panduan servis mobil. Di sana biasanya terdapat diagram atau daftar nomor sekering beserta fungsi masing-masing.
Sebagai contoh, bisa saja sekering tersebut terhubung dengan:
- sistem alarm mobil
- lampu bagasi
- audio atau head unit
- modul elektronik tertentu
Jika ternyata penyebabnya adalah sekering alarm, misalnya, berarti sistem alarm tersebut kemungkinan terus menarik listrik dari aki meskipun mobil sedang tidak digunakan.
6. Perbaiki atau ganti komponen yang bermasalah
Setelah sumber arus bocor ditemukan, langkah selanjutnya adalah mengisolasi, memperbaiki, atau mengganti komponen tersebut. Jika masalahnya sederhana, seperti kabel yang terkelupas atau aksesori tambahan yang pemasangannya kurang rapi, kamu mungkin masih bisa memperbaikinya sendiri.
Namun jika kebocoran arus berasal dari komponen internal mobil yang lebih kompleks, misalnya BCM (Body Control Module). Maka sebaiknya mobil dibawa ke bengkel resmi atau spesialis kelistrikan mobil untuk penanganan lebih lanjut.
Komponen elektronik modern sering kali terhubung dengan banyak sistem lain, sehingga penanganannya memerlukan alat khusus.
Baca juga: MG ZS Vs MG 4 EV, Harga Mirip Menang yang Mana?
Kenapa Yang Dilepas Kabel Negatifnya Saat Mengecek Arus Bocor Pada Mobil?

Banyak orang bertanya, mengapa dalam cara mengecek arus bocor pada mobil yang dilepas justru kabel negatif, bukan kabel positif?
Jawabannya berkaitan dengan fungsi kabel negatif sebagai grounding pada mobil.
Dalam sistem kelistrikan kendaraan, seluruh bodi mobil sebenarnya berfungsi sebagai kutub negatif. Artinya hampir semua komponen listrik menggunakan bodi mobil sebagai jalur kembali arus listrik.
Bayangkan jika kamu melepas kabel positif terlebih dahulu. Ketika membuka mur dengan kunci pas, ada kemungkinan kunci tersebut menyentuh bagian bodi mobil yang merupakan kutub negatif. Jika hal itu terjadi, arus listrik akan langsung mengalir melalui kunci tersebut dan dapat menimbulkan percikan bahkan ledakan.
Karena itu, melepas kabel negatif jauh lebih aman. Dengan cara ini, risiko hubungan pendek saat proses pengecekan dapat diminimalkan.
Baca juga: Cara Mengatasi Radiator Mobil Bocor Mendadak Saat Mudik
Punya Mobil? Siapkan Juga Dana untuk Cover Mobilmu

Jika kamu belum memiliki garasi yang baik, memiliki mobil tetap memungkinkan. Selama ada lahan untuk parkir yang legal dan tidak menempati area milik orang lain tanpa izin. Soal perlindungan dari panas dan hujan, bisa pakai penutup mobil dari Gicut Smarket.
Dengan menyisihkan sekitar 200–300 ribuan dari pengeluaran bulan ini, kamu sudah bisa membawa pulang penutup mobil yang dapat digunakan setiap hari. Cover mobil membantu melindungi kendaraan dari debu, panas matahari, hingga kotoran yang dapat menempel pada bodi mobil.
Selain itu, penggunaan cover mobil juga membuat frekuensi cuci mobil mingguan bisa lebih hemat karena permukaan mobil tidak cepat kotor.
Yuk gunakan penutup mobilmu dan rasakan sendiri manfaatnya bagi perawatan kendaraanmu.
Terima kasih telah membaca!