Motor Antik – Industri otomotif roda dua terus berkembang setiap tahunnya. Beragam model dan teknologi terbaru dihadirkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat modern.
Bahkan, fitur-fitur kekinian seperti pengisian daya ponsel hingga sistem navigasi pintar kini bisa ditemukan pada motor terbaru. Namun, di tengah derasnya inovasi ini, ada satu segmen yang tetap bertahan dan bahkan makin digandrungi, yaitu motor antik.
Motor antik tidak sekadar menjadi kendaraan, tetapi juga simbol gaya hidup, identitas kolektor, dan cerminan sejarah panjang perkembangan otomotif. Bagi sebagian orang, memiliki motor antik seperti kembali ke masa lalu yang penuh nostalgia, dan tentunya, menghadirkan kebanggaan tersendiri.
Berikut ini adalah daftar motor antik yang paling terpopuler dan terlawas, yang hingga kini masih banyak diburu oleh para penggemar motor klasik maupun kolektor otomotif.
8 Motor Antik yang Bisa Jadi Koleksi
1. Honda CB – Primadona Motor Antik di Tanah Air
Tidak bisa dimungkiri, Honda CB adalah ikon utama dalam dunia motor antik di Indonesia. Mulai dari CB100, CB125, CB175, hingga CB200—semuanya punya nilai historis tinggi.
- Honda CB100 hadir dengan mesin 99cc OHC dan transmisi 5 percepatan.
- Honda CB175 mulai dipasarkan pada 1969 dan masuk Indonesia sekitar tahun 1971.
- Honda CB200, salah satu varian terkuatnya, menggunakan mesin 200cc SOHC 2-silinder dengan tenaga mencapai 17 hp.
Yang membuat Honda CB begitu istimewa adalah bodinya yang klasik dan mesinnya yang tangguh. Tak sedikit penggemar otomotif membangun ulang motor ini dari kerangka kosong. Nilai jualnya juga tidak main-main—unit terawat bisa dibanderol hingga Rp 10 juta atau lebih.
2. Honda C70 – Si Pitung yang Tak Lekang oleh Waktu
Bagi generasi 80-an dan 90-an, Honda C70 bukan hanya sekadar kendaraan. Dikenal sebagai “Si Pitung”, motor ini punya julukan berbeda-beda di tiap daerah, dari Honda Kuntul di Surabaya hingga Honda Manado di Aceh.
Mengusung mesin 71,8cc 4-tak OHC, motor ini mampu menghasilkan tenaga 6 hp dan torsi maksimal 0,53 kg.m. Desain bodinya yang ramping dan simpel menjadikan Honda C70 masih cocok digunakan di zaman sekarang, terutama bagi pecinta retro look.
Unit bekasnya biasanya dihargai antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta, tergantung kondisi.
3. Yamaha Alfa – Pelopor Motor Plastik
Muncul pertama kali di akhir tahun 80-an, Yamaha Alfa menawarkan sesuatu yang berbeda: bodi plastik yang membalut rangka pipa. Inovasi ini menjadikannya motor unik sekaligus ringan.
Dengan mesin 105cc 2-tak dan desain aerodinamis, Yamaha Alfa mampu bersaing dengan motor-motor sekelas di zamannya. Tersedia dalam beberapa versi seperti Alfa I, Alfa II Z, hingga Alfa Champ, motor ini pernah merajai jalanan Indonesia.
4. Suzuki Stinger 125 – Scrambler Penuh Gaya
Suzuki memperkenalkan Stinger 125 sebagai motor bergaya scramble dengan sentuhan khas Eropa. Salah satu keunikannya adalah posisi kick starter di sebelah kiri, bukan di kanan seperti umumnya motor di Indonesia.
Ditenagai mesin 124cc twin paralel, motor ini mampu memacu hingga 120 km/jam. Dengan tenaga 15 hp, Stinger menjadi salah satu motor tercepat di kelasnya saat itu. Kombinasi bentuk aneh namun menarik menjadikan Stinger buruan para kolektor.
5. Honda Astrea – Legenda Motor Sejuta Umat
Siapa yang tidak kenal Honda Astrea Grand? Diluncurkan tahun 1991, motor ini menggantikan posisi Astrea Prima dan langsung mendapat tempat di hati masyarakat karena irit, bandel, dan kuat.
Menggunakan mesin 1 silinder SOHC, motor ini menghasilkan daya hingga 7,3 dk dan torsi 7,5 Nm. Banyak dari unit Astrea Grand masih beredar dan digunakan hingga kini, menjadikannya pilihan motor antik fungsional yang tetap tangguh.
Baca Juga : Pentingnya Coating Mobil, Proses, dan Jenisnya
6. Kawasaki Binter Merzy – Klasik yang Perkasa
Kawasaki punya andalan tersendiri dalam dunia motor antik, yakni Binter Merzy atau dikenal juga sebagai KZ200. Motor ini termasuk dalam kategori Completely Built-Up (CBU), artinya diimpor langsung dari Jepang dalam bentuk utuh.
Mesin 200cc-nya menjadikannya lawan seimbang bagi Honda CB200 pada era 80-an. Desain bodinya besar dan gagah, cocok bagi penggemar motor klasik bergaya cruiser. Harga unit bekasnya yang masih bagus bisa mencapai Rp 14 juta.
7. Norton ES2 – Motor Klasik Asal Inggris
Dari daratan Eropa, hadir Norton ES2, motor asal Inggris yang lahir di era 1950-an. Dengan mesin 500cc 4-tak dan suara khas seperti helikopter, Norton ES2 dikenal sebagai motor premium yang dulu digunakan militer dan pejabat tinggi.
Nilai historis dan langkanya unit membuat harganya bisa melambung hingga Rp 58 juta. Tidak hanya sebagai koleksi, Norton ES2 juga menjadi simbol prestise bagi pemiliknya.
8. Suzuki A100 – Legenda Pengantar Surat dan Polisi
Motor ini populer pada awal 1970-an dan dikenal irit bahan bakar serta handal. Desain mungil dan unik menjadikan Suzuki A100 sangat cocok bagi penggemar motor kompak.
Mesinnya 98cc, 2-tak, dan menghasilkan tenaga cukup untuk penggunaan harian. Dulu sering digunakan oleh polisi dan petugas pengantar surat. Kini, motor ini bisa dimiliki dengan harga Rp 2–3 juta dan tetap menjadi koleksi menarik.
Bagi sebagian orang, motor antik bukan hanya alat transportasi. Ia adalah bagian dari sejarah, karya seni, dan wujud nostalgia yang tak ternilai harganya. Memiliki motor antik berarti memahami nilai historis, karakter mesin, dan estetika desain yang tidak lekang oleh waktu.
Motor-motor klasik ini juga punya komunitas tersendiri. Banyak event, gathering, dan festival motor jadul yang rutin digelar oleh para penggemar. Dari sana, budaya dan nilai-nilai otomotif lama tetap hidup dan berkembang.
Punya Motor Antik? Jangan Lupa Proteksi Ekstra

Jika kamu sudah memiliki salah satu dari motor antik di atas, pastikan kendaraan bersejarah itu tidak hanya dirawat, tetapi juga dilindungi dengan baik. Salah satu bentuk perlindungan paling sederhana namun efektif adalah menggunakan sarung motor berkualitas.
Baca Juga : Perawatan Cat Mobil Agar Terlihat Mengkilap
Untuk itu, kami merekomendasikan sarung motor dari Gicut Smarket. Produk ini hadir dengan bahan yang tahan terhadap hujan, debu, dan paparan sinar matahari. Tersedia dalam berbagai ukuran dan desain, cocok untuk motor-motor antik yang perlu perlindungan ekstra namun tetap tampil keren.
Sarung motor dari Gicut Smarket bisa dibeli dengan mudah melalui marketplace atau langsung pesan lewat WhatsApp. Kamu juga bisa konsultasi soal ukuran, model, dan warna yang sesuai dengan motormu.